- Berita Terkini, Bisnis

KAI Perkuat Integrasi Transportasi dan Peluang Bisnis, Kawasan Stasiun Gambir Disiapkan Layani KRL

TREND BISNIS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mempersiapkan pengembangan Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi terpadu yang tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga membuka peluang integrasi dengan layanan KRL Commuter Line. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarmoda, mempermudah mobilitas masyarakat menuju pusat Jakarta, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitar stasiun.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan Stasiun Gambir merupakan bagian dari transformasi menjadi kawasan transportasi modern yang terintegrasi dengan berbagai moda, seperti Transjakarta, MRT, dan KRL, serta didukung fasilitas komersial dan ruang publik.

Menurut Anne, arah pengembangan Gambir tidak lagi hanya sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan kereta api jarak jauh, tetapi juga menjadi pusat mobilitas perkotaan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan.

“Gambir kami siapkan sebagai ruang perjalanan yang lebih lengkap. Pelanggan datang untuk naik kereta api, dan di saat yang sama mereka membutuhkan akses yang mudah, alur yang jelas, tempat menunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, layanan perjalanan, serta koneksi ke kawasan sekitar,” ujar Anne dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Ia menambahkan, pengembangan tersebut dirancang agar seluruh kebutuhan pelanggan dapat terintegrasi dalam satu pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.

Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan kereta api reguler setiap hari dengan sekitar 78 aktivitas naik dan turun penumpang. Sementara itu, jalur layang yang melintasi stasiun tersebut dilalui sekitar 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap hari, meski belum melayani aktivitas naik dan turun penumpang.

Anne menjelaskan, pembukaan layanan KRL di Stasiun Gambir masih memerlukan proses bertahap yang mencakup kesiapan infrastruktur, pengaturan operasional, kapasitas lintas, aspek keselamatan, serta koordinasi dengan regulator.

“Hari ini Gambir melayani KA Jarak Jauh dan dilintasi Commuter Line. Ruang yang sedang disiapkan adalah bagaimana integrasi itu dapat berjalan lebih baik ketika seluruh aspek teknis sudah siap. Prinsipnya, pelanggan mendapat akses yang lebih mudah, sementara keselamatan dan keandalan operasi tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Rencana integrasi ini dinilai memiliki prospek bisnis yang besar seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir. Dengan terhubungnya layanan KRL, MRT, Transjakarta, dan kereta api jarak jauh dalam satu kawasan, Stasiun Gambir berpotensi berkembang menjadi pusat mobilitas sekaligus pusat aktivitas komersial yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi kawasan Jakarta Pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *