- Entertainment

Bukan Sekadar Film Horor, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Galang Donasi Karhutla

Trend Bisnis – Film horor Indonesia Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tak hanya mencatatkan pencapaian positif di bioskop, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap sesama. Setelah meraih 1 juta penonton dalam 17 hari penayangan, film produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment ini mengajak masyarakat berbagi kepada korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pencapaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi industri perfilman nasional. Tayang perdana pada 8 Oktober 2026, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah berhasil menjadi film Indonesia ke-19 pada tahun ini yang menembus angka 1 juta penonton.

Antusiasme penonton menunjukkan bahwa film horor masih memiliki tempat kuat di industri perfilman Tanah Air. Namun, daya tarik Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak semata-mata bertumpu pada ketegangan dan kengerian yang dihadirkan melalui kisah eksorsisme.

Film ini juga membawa cerita tentang keimanan dan pergulatan manusia yang dapat menyentuh penonton dari berbagai latar belakang. Pesan tersebut menjadi salah satu pendekatan yang membuat ceritanya tidak berhenti pada pengalaman menonton film horor, tetapi turut mengajak penonton merenungkan nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah keberhasilan tersebut, tim produksi memilih menjadikan momentum satu juta penonton sebagai kesempatan untuk berbagi. Mereka menginisiasi penggalangan dana dan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

Penulis sekaligus produser film, Robert Ronny, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah karya juga dapat menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Ia mengungkapkan, ketika film Kuasa Gelap meraih satu juta penonton dua tahun lalu, tim produksi menyalurkan bantuan kepada 25 panti asuhan dan pondok pesantren. Kini, semangat berbagi tersebut kembali dilanjutkan melalui bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla.

“Dua tahun lalu, saat film Kuasa Gelap mencapai 1 juta penonton, kami berbagi tali kasih ke 25 panti asuhan dan pondok pesantren. Kini, berkat dukungan penonton dan masyarakat Indonesia, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah kembali meraih sukses, dan kami ingin membagikan berkat ini kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban asap karhutla,” ujar Robert Ronny.

Menurutnya, kondisi masyarakat yang terdampak asap kebakaran membutuhkan perhatian serius. Dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari dan mengancam kesehatan warga, terutama mereka yang kesulitan mendapatkan udara bersih.

“Kami merasa tidak ada yang lebih mendesak saat ini daripada membantu mereka yang untuk bernapas saja susah,” katanya.

Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan melalui Yayasan Caritas Indonesia. Penyalurannya ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Robert juga menyampaikan apresiasi kepada para penonton yang telah mendukung perjalanan film tersebut. Baginya, keberhasilan di bioskop menjadi semakin bermakna ketika dapat diteruskan menjadi gerakan kepedulian sosial.

Didukung Deretan Aktor dan Pelaku Industri Film
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah disutradarai Rizal Mantovani dan diproduseri Robert Ronny bersama Prima Taufik. Sementara itu, Andi Boediman bertindak sebagai produser eksekutif.

Skenario film ditulis Robert Ronny bersama Andri Cahyadi. Film ini dibintangi Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Produksi film ini melibatkan Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, dengan dukungan Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, serta Netzme Gateway.

Bagi penonton yang ingin merasakan pengalaman sinematik berbeda, film ini juga dijadwalkan hadir dalam format premium, yakni IMAX XXI, 4DX CGV, dan Magnify Cinepolis, selain penayangan di bioskop reguler.

Keberhasilan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menembus satu juta penonton menjadi kabar positif bagi perfilman Indonesia. Namun, inisiatif donasi yang menyertai pencapaian tersebut menghadirkan makna lain: dukungan penonton dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.

Di tengah kepulan asap karhutla yang mengganggu kehidupan warga, kepedulian menjadi hal yang tak kalah penting. Kesuksesan sebuah film pada akhirnya bukan hanya tentang jumlah tiket yang terjual, tetapi juga tentang bagaimana momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menebarkan manfaat bagi sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *